VISI MISI DESA UJUNG JAYA

2.1.
KONDISI DESA
                                                
Desa Ujungjaya terletak disebelah paling Utara Ibu Kota Kabupaten Sumedang dan secara geografis berada di tengah-tengah wilayah Ibukota Kecamatan Ujungjaya, dengan luas wilayah 11.940. Ha yang terdiri dari 3  Wilayah Dusun, terbagi atas 11 RW (Rukun Warga) dan 39 RT (Rukun Tetangga).


2.1.1. SEJARAH DESA

a)   Sejarah Desa Ujungjaya berdasarkan asal-usul kata


Desa Ujungjaya menurt keterangan orang tua atau para sesepuh, Desa Ujungjaya entah tahun berapa mulai berdirinya namun penjelasan mengenangi asal – usul  nama Ujungjaya awalnya berasal dari dua kata yaitu UJUNG dan JAYA yang artinya
UJUNG menurut bahasa sunda = Tungtung
J A Y A menurut bahasa sunda = Kajayaan/meunang
Artinya UJUNGJAYA adalah “Ujungna Kajayaan” atau Ujungnya Kajayaan sebab Menurut cerita para sesepuh pada jaman dahulu kala pada saat jaman Kerajaan Sumedang Larang pernah terjadi peperangan di suatu tempat yang disebut Tegal Siawat-awat, yang pendek cerita akhirnya dalam peperangan, musuh dapat dikalahkan dilokasi atau suatu tempat.
Sehingga akhirnya tempat kemenangan tersebut dinamakan Ujung Kajayaan atau Ujungjaya. Maka para tokoh masyarakat untuk mengenang dan mengabadikan tempat ini dinamakan Ujungjaya.
Harapannya dengan terbentuk nama Desa Ujungjaya akan menjadi ujungnya kejayaan pemerintahan baik desa, kecamatan, kabupaten, provinsi maupun pusat, sehingga akhirnya kalau pemerintahan ingin maju bangunlah Ujungjaya.


b)   Sejarah Desa Ujungjaya berdasarkan cerita para sesepuh


Pada akhir jabatan Raja Sumedang larang terjadi perang antara Sumedang larang dengan Mataram yang tempatnya di Cakra Buana (Ujungjaya sekarang) di Tegal siawat-awat. Syah dan Mbah Sanghyang Hawu datang ke Sumedanglarang untuk menyerahkan Mahkota Binokasih ke Raja Sumedang larang pada tanggal 22 April 1578 datang ke Cakra Buana tepatnya ke Padepokan Cakrabuana Panca Tengah terdapat 3 (tiga) rumah dengan dihuni 3 (tiga) orang yang bernama: Mbah Singhala Bao atau Mbah Jaladustan, Mbah Malandang dan Mbah Sawali (semuanya disebut buyut bungsu dan merekalah yang menjadi bibit buit orang Ujungjaya sekarang, sedangkan yang 2(dua) orang saudaranya telah mengabdi ke Raja Sumedanglarang yaitu Nur Alam dan .... (belum diketahui). Pada masa Bupati Sumedang Pangeran Kusumahdinata atau dikenal Pangeran Kornel ke Ujungjaya datang rombongan ulama penyebar islam tahun 1800. Rombongan itu dipimpin oleh ulama bernama Asyrofudin, ia menetap di Ujungjaya dan Pangeran Kornel menghibahkan tanah sebelah utara sungai Cipelang dari timur sampai ke sebelah utara kampung Cikuleu, lalu mendirikan Pesantren dan memajukan pertanian sawah-sawah diperluas dan Ujungjaya menjadi Gudang Beras Sumedang.

Komentar